TBI : Traumatic Brain Injury

traumatic-brain-injuryTraumatic Brain Injury (TBI, disebut juga cedera intracranial) terjadi ketika ada benturan atau trauma dari luar yang menyebabkan cedera otak . TBI dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya (ringan, sedang, atau parah), mekanisme (cedera kepala tertutup atau terbuka ), atau hal lainnya (misalnya terjadi di lokasi tertentu atau terjadi pada area yang sangat luas). Cedera kepala  biasanya merujuk ke TBI, tetapi merupakan kategori yang lebih luas karena bisa melibatkan kerusakan struktur selain otak, seperti kulit kepala dan tengkorak. 

TBI adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, terutama di kalangan generasi muda. Penyebab termasuk jatuh, kecelakaan kendaraan, dan tindak kekerasan. Langkah-langkah pencegahan termasuk penggunaan teknologi untuk melindungi orang-orang yang mengalami kecelakaan, seperti sabuk pengaman dan  helm sepeda motor atau helm olahraga , juga sebagai upaya untuk mengurangi jumlah kecelakaan, seperti pendidikan program keselamatan lalu lintas dan penegakan hukum.

Trauma otak  dapat disebabkan oleh dampak langsung atau tidak langsung. Selain menyebabkan kerusakan pada saat cedera, trauma otak menyebabkan cedera sekunder, berbagai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam tiap menit, jam dan hari. Proses ini, termasuk perubahan dalam aliran darah otak dan tekanan dalam tengkorak, kontribusi substansial untuk kerusakan dari awal cedera. Hal ini membuat kemungkinan untuk menemukan perawatan / treatment baru yang mengurangi dampak kerusakan yang lebih parah.

Cedera kepala dan efeknya telah diketahui sejak sebelum sejarah tercatat, tapi kemudian pada abad 20 mulai tampak perkembangan dalam menentukan  diagnosa dan perawatan yang hasilnya menurunkan tingkat kematian dan menunjukkan peningkatan dalam penelitian. Termasuk teknik imaging  seperti Computed Tomography Scan (CT-Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang digunakan untuk mengetahui kerusakan. Tergantung pada cedera kepala, pengobatan mungkin diperlukan minimal atau mungkin termasuk intervensi seperti obat-obatan dan pembedahan darurat. Fisioterapi, terapi wicara, dan okupasi terapi juga diperlukan untuk rehabilitasi. TBI dapat menyebabkan gangguan fisik, kognitif, emosional, perilaku , dan pada TBI yang parah bisa menyebabkan kecacatan permanen atau bahkan kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *