
Stroke, atau serangan otak mendadak, merupakan salah satu penyakit yang terus menantang kesehatan global. Pada tahun 2021, dampak pandemi COVID-19 juga memperumit situasi, termasuk dalam penanganan pasien stroke. International Journal of Stroke (IJS) telah berupaya untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan antara COVID-19 dan stroke melalui publikasi-publikasi terbaru1. Meskipun kausalitas pada banyak kasus belum jelas, beberapa pasien yang terinfeksi COVID-19 menunjukkan fenotipe khusus dengan oklusi arteri besar di beberapa wilayah arteri, mungkin terkait dengan keadaan hiperkoagulasi. Artikel ini memberikan ringkasan terkini mengenai area yang terus berkembang ini dan sangat direkomendasikan untuk dibaca.
Selain itu, risiko stroke pada orang muda juga menjadi perhatian. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan bahwa jumlah penderita stroke pada orang muda meningkat selama dekade terakhir2. Gaya hidup, faktor bawaan, dan ketimpangan rasio dokter spesialis merupakan beberapa faktor yang berkontribusi. Oleh karena itu, kesadaran akan gejala dan pencegahan stroke perlu ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda3.
Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mari kita terus edukasi masyarakat tentang bahaya stroke dan cara-cara pencegahannya4.
Sumber:
Leave a Reply